Showing posts with label Investasi Properti. Show all posts
Showing posts with label Investasi Properti. Show all posts

Property, Properly, Prosperity



Premhouse.com JAKARTA | Beberapa tahun terakhir kita semua tahu bahwa harga tanah di kawasan premium (prime location) mengalami peningkatan pesat dan cukup spektakuler. Fenomena itu terjadi hampir di setiap daerah di Indonesia seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Balikpapan, Manado dan Bali. 

Hal ini dikarenakan berlakunya Hukum Penawaran dan Permintaan (supply & demand) yang juga berkaitan dengan Hukum Kelangkaan’ (the law of scarcity). Dengan semakin meningkatnya permintaan masyarakat yang cenderung ingin memiliki properti di pusat kota—lantaran nilai strategis dan prestise—pengembangan di area kawasan premium itu pun semakin gencar dilakukan guna memenuhi permintaan tersebut. Akibatnya, lahan-lahan yang tersedia semakin langka dan pada akhirnya harga tanah melambung.

4 Langkah Sukses Investor Properti


Premhouse.com JAKARTA | Kekayaan dari investasi properti sering kali tidak terjangkau (atau terbayangkan) oleh kebanyakan orang. Tetapi, sebenarnya tidak ada rahasia atau formula rumit untuk dapat melakukannya dengan benar.

Yang jelas, seseorang bakal memiliki nilai plus jika sebelum memulai investasi properti dia terlebih dulu sudah bekerja dibidang properti—misalnya sebagai agen, broker, notaris, dan lainnya. “Hal ini  sangat berguna dalam mengasah pengalaman,” kata Steve Waters, investor properti kawakan asal Australia. Selain itu, menurutnya, perlu diperhatikan pula empat faktor penting yang menunjang kesuksesan seseorang dalam berinvestasi properti.

Ketahui tujuan dan kriteria investasi

Investasi bukan hanya tentang keberanian mengambil risiko. Investasi harus memiliki tujuan dan kriteria yang jelas. Dalam berinvestasi, kita harus punya kesabaran untuk menemukan peluang yang tepat, juga berani mengambil langkah yang benar dengan cepat. Sebelum memulai Anda harus sudah mengetahui terlebih dulu kemampuan untuk membayar, cash flow yang bisa didapat dari suatu properti, plus seberapa banyak properti tersebut bakal memakan biaya per minggu atau per bulan (baik sebelum atau sesudah pajak).

Premhouse Mediaclips | Analisis Pasar Properti Indonesia: Overview dan Kepemilikan Asing

Premhouse.com JAKARTA | Sektor properti residensial di Indonesia tetap menarik di 2015 kendati ada beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan selama dua tahun terakhir. Dalam kolom ini saya membahas faktor-faktor yang telah melambatkan pertumbuhan di sektor properti Indonesia dan bagaimana pihak berwenang (seperti bank sentral dan Otoritas Jasa Keuangan) merespon tantangan-tantangan ini melalui peraturan baru. Terakhir, saya menyediakan sebuah update mengenai rencana Pemerintah, yang baru saja diumumkan, untuk mengizinkan kepemilikan asing atas apartemen mewah.

Pada tahun 2012 dan pertengahan pertama tahun 2013 sektor properti Indonesia bertumbuh cepat, maka pertumbuhan keuntungan para developer properti Indonesia melonjak tajam (dari 45 perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012, 26 perusahaan mencatat pertumbuhan laba bersih lebih dari 50%) dan, jelas, harga properti Indonesia meningkat sejalan dengan itu (pada umumnya harga properti residensial bertumbuh hampir 30% per tahun antara 2011 dan 2013). Layak untuk dipahami mengapa sektor properti ‘memanas’ di periode ini.

Membeli Properti dengan Harga Terbaik


Premhouse.com JAKARTA | Seiring dengan harga properti yang naik pesat, tantangan terbesar bagi investor adalah membelinya pada harga terbaik. Tips berikut bisa membantu Anda mendapatkan properti bagus dengan harga semurah mungkin.

1. Kenali tawaran bernilai bagus

Agar bisa mengenali apakah suatu properti bernilai bagus atau tidak, kita harus memahami pasar lokal. Setelah melakukan riset untuk memahami properti jenis apa saja yang bernilai bagus dalam suatu pasar, kita akan mampu mengenali dengan mudah jika ada properti yang ditawarkan di bawah harga pasar.

Tetapi kita harus berhati-hati karena properti yang berharga murah acap kali juga tidak diminati karena beberapa alasan tertentu. Sebagai seorang investor, Anda harus mengevaluasi apakah kekurangan suatu properti bisa dengan cepat, mudah, dan murah diperbaiki; atau properti itu hanya akan menimbulkan kerugian.

75,5% Konsumen Ternyata Membeli Rumah Secara Kredit

Premhouse.com JAKARTA | Kami memperoleh informasi berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun 2015 lalu, bahwa 75,5% konsumen di Indonesia memilih mengoptimalkan pilihan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai fasilitas utama transaski pembelian hunian tipe kecil dan menengah, terhitung sejak catur wulan ke-3 tahun 2015. Walaupun demikian, masih terdapat sebagian konsumen yang belum peka terhadap angka dan krisis memanfaatkan KPR untuk membeli hunian level mewah dengan kisaran budget IDR 3 miliar hingga IDR 12 miliar per unit dewasa ini.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh GM Marketing bisnis properti Vimala Hills and Resorts, Bp. Zaldy Wihardja, dari keseluruhan 490 unit hunian tapak yang terjual, sekitar 5% pembelian yang dilakukan konsumen ternyata menggunakan fasilitas KPR dengan tenor 3-5 tahun. Sedangkan sisanya menggunakan tunai keras dan tunai dengan tahap maksimal 24 bulan. 

Penjualan Properti di Indonesia Menurun

Premhouse.com JAKARTA | memperhatikan bahwa harga properti di pasaran saat ini tidak mengalami kenaikan secara signifikan. Sebaliknya, seiring dengan melambatnya perekonomian Indonesia, bisnis properti ikut menurun. Hal ini diungkapkan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) yang mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residential di pasar primer. 

Perlambatan penjualan tersebut disinyalir terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe besar. Perkembangan ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Sementara itu, hasil survei menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal para developer properti, yaitu sekitar 61,52%.

Kondotel Menjadi Tren Investasi Properti. Apa Kelebihannya?

KONDOTEL 
Investasi “Bebas Stres“
Kondotel mulai menjadi tren dalam investasi properti. Apa kelebihannya?
Oleh: Azizi Fahmi Hidayat

Lupakan saja deposito, obligasi maupun franchise sebagai pilihan investasi saat ini. Prinsip investasi, yakni bebas resko dan meraup keuntungan maksimal, niscaya sulit ditemukan pada pilihan-pilihan tersebut. Ada baiknya kita melirik properti saat ini boleh dibidang berada pada titik paling ideal sebagai medium untuk menanam uang. Pilihannya juga beragam: hunian landed, vertical, bangunan komersial (ruko/rukan), office tower, dan hotel. Semuanya berpotensi mendatangkan rezeki melimpah karena sejatinya dalam properti tidak ada istilah rugi.

Pertumbuhan industri properti secara keseluruhan memang tengah menuju kepada tren positif. Hal ini didasari oleh tingginya kebutuhan konsumen akan hunian dan meningkatnya gairah para investor, yang meyakini bahwa investasi properti cenderung aman dan tidak tergerus kondisi ekonomi yang sedang labil meski saat ini mesti berhadapan dengan naiknya BI Rate di angka 7,75%.

Di antara beragam jenis properti, salah satu yang sedang naik daun adalah kondotel. Model hunian modern ini mengusung konsep seperti hotel yang memberikan kenyamanan super kepada penghuninya. Sementara dari sisi bisnis, kondotel menawarkan pendapatan pasif yang menggiurkan di tengah pertumbuhan pusat bisnis dan pariwisata.

Kiat Membeli Properti di Luar Negeri


Bagi investor atau calon investor yang ingin membeli property di luar negeri, Michael Ginarto punya enam tips yang patut diperhatikan. Hal ini berlaku universal di berbagai Negara, tidak hanya di Australia.

Location | Apakah properti itu dekat dengan berbagai fasilitas seperti: pusat perdagangan, kantor, pusat pembelanjaan, fasilitas transportasi umu, pusat edukasi dan health care. Kalau kelima unsur itu ada, harganya pasti premium.

Timing | Investor perlu mencermati kapan dia harus membeli: saat pre-launch, launch atau ketika proyek sudah jadi.

Sewa Atau Beli


Johan dan Jenny Wijaya merupakan pasangan yang beruntung. Saat mereka memutuskan membeli properti empat tahun silam, sekitar 2010, timing-nya sangat pas: sebelum pasar properti “lompat”. Pasangan ii membeli apartemen di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, di sebuah seperblok mall-apartment-office (kompleks yang sedang ngetren dibangun para developer belakangan ini). Apartemen itu mereka boyong seharga Rp 1,3 miliar. Tidak sampai tiga tahun berselang. Johan Dan Jenny melihat sinyal pasar properti mulai menggelembung.Keduanya memutuskan untuk menjual apartemen itu dan kembali menyewa tempat tinggal saja.

“Kelihatannya market properti sedang booming banget, cepat sekali, dan kayaknya ada tanda-tanda mau bubble. Opportunity cast-nya jadi terlalu tinggi untuk kami acuhkan, “kata Johan (34), eksekutif di sebuah perusahaan pialang saham. Mereka menutup penjualan properti tersebut senilai Rp 3,8 miliar. Nilai fantastis, capital gain yang diraih hampir 200%!